leader of organitation
selamat datang ini adalah blog tentang seni teknologi dan ilmu bermanfaat bisa kita gunakan untuk share bersama demi kemajuan bangsa indonesia sukses indonesia !!!.
senitekno

Jumat, 23 November 2012

Lirik Agnes Monica - Muda (Le o Le o Leo)


    Agnes Monica - Muda (Le O Le O)

    Le o Le o Le o E
    Le o Le o Le o E
    Le o Le o Le o E

    Kuberlari pakai hati
    Tak berhenti sampai mati

    Le o Le o Le o E
    Le o Le o Le o E
    Le o Le o Le o E

    Aku dengar ada yang bicara
    Papa mamaku punya cita-cita
    Dia baru berusia lima
    Tapi semangatnya sungguh sempurna

    Never in your life, let them talk to you like you cannot
    Yes, you're young but you're right
    Walk your miles, do your part with a smile
    'Cause you're young
    You're young
    You're young

    Hidupku itu adalah aku
    Bukan kamu dan ragumu
    Jangan sama-samakanku
    Hidupmu itu adalah kamu
    Bukan kata tidak mampu

    Tak peduli usiamu
    Aku muda, aku bisa
    Tak perlu ragukan yang kau lihat
    Orang ikuti kupunya jejak
    Kamu yang nakal bikin kubosan
    Mulut setan bicara tak karuan

    Never in your life, let them talk to you like you cannot
    Yes, you're young but you're right [Lirik Lagu Agnes Monica Muda Le O Le O]
    Walk your miles, do your part with a smile
    'Cause you're young
    You're young
    You're young

    Hidupku itu adalah aku
    Bukan kamu dan ragumu
    Jangan sama-samakanku
    Hidupmu itu adalah kamu
    Bukan kata tidak mampu
    Tak perduli usiamu

    Hidupku itu adalah aku
    Bukan kamu dan ragumu
    Jangan sama-samakanku
    Biar kuberlari pakai hati
    Tak berhenti sampai mati
    Aku muda aku bisa

    Le o Le o Le o E
    Le o Le o Le o E

    Kuberlari pakai hati
    Tak berhenti sampai mati

    Le o Le o Le o E
    Le o Le o Le o E

    Kuberlari pakai hati
    Tak berhenti sampai mati

    Hidupku itu adalah aku
    Bukan kamu dan ragumu
    Jangan sama-samakanku
    Hidupmu itu adalah kamu
    Bukan kata tidak mampu
    Tak perduli usiamu

    Hidupku itu adalah aku
    Bukan kamu dan ragumu
    Jangan sama-samakanku
    Biar kuberlari pakai hati
    Tak berhenti sampai mati
    Aku muda aku bisa

    Le o Le o Le o E

    Kuberlari pakai hati
    Tak berhenti sampai mati



Sekian, semoga bermanfaat.

Lirik dan Chord Ebiet G Ade - Sketsa Rembulan Emas



berikut liriknya dan chord nya ada di paling bawah beserta link downloadnya

Sketsa Rembulan Emas
Ketika rembulan emas tenggelam di cakrawala
angin mati dan laut pun terdiam
Hening di sekeliling bumi sunyi, sepi, mencekam
menunggu keputusan sakral, arif, dan bijaksana

Yang tak habis aku mengerti
jeritan kami tak bersuara
Ditelan gemuruh gundah gulana
Mungkin lewat nyanyian akan dapat menyusup,
menguak jendela hatiMu
Dan Kau dengar rintihan kami
Kau dengar jeritan kami

Tuhan, semua terserah titahMu
Merah hitam tanah kami, pucat pasi wajah bumi
hm... hu... tolong, arahkan mata pedang
Mereka-mereka yang memimpin
percaturan dunia, pergolakan dunia

Tuhan, semua terserah titahMu
Merah hitam tanah kami, pucat pasi wajah bumi
hm... hu... tolong, arahkan mata pedang
Mereka-mereka yang memimpin
percaturan dunia, pergolakan dunia

Ho ho ho ho ho
Tuhan, tolonglah
karena hanya Engkau yang dapat mendengar
jerit hati kami
Tuhan, tolonglah
karena hanya Engkau yang dapat mendengar
jerit hati kami

berikut chord nya
Chord Sketsa Rembulan Emas

Bbm               D#m                     C#  Cm7
Ketika rembulan emas tenggelam di cakrawala
       F           Bbm         C#  Cm7
angin mati dan laut pun terdiam
                    F#  D#m       F            D#m
Hening di sekeliling bumi sunyi, sepi, mencekam
        F         F#m           G#         Bbm
menunggu keputusan sakral, arif, dan bijaksana

F#  D#m  Bbm

    Bbm                    D#m
Yang tak habis aku mengerti
                         C#  Cm7
jeritan kami tak bersuara
         F            Bbm    G#  Gm7
Ditelan gemuruh gundah gulana
                F#   D#m         F        D#m
Mungkin lewat nyanyian akan dapat menyusup,
       F           F#m
menguak jendela hatiMu
G#                      Bbm  F#
Dan Kau dengar rintihan kami
     F#m            Bbm
Kau dengar jeritan kami


D#m  G#                 C#    F#
Tuhan, semua terserah titahMu
                 Cm F  Cm
Merah hitam tanah kami, pucat pasi wajah bumi
D#m               F# G#             C#   F#
hm... hu... tolong,  arahkan mata pedang
                  Fm   F
Mereka-mereka yang memimpin
      F#m             G#    Bbm
percaturan dunia, pergolakan dunia

F# Gm Fm D#m C# F F# D#m Bbm

D#m  G#                 C#    F#
Tuhan, semua terserah titahMu
                 Cm F  Cm
Merah hitam tanah kami, pucat pasi wajah bumi
D#m               F# G#             C#   F#
hm... hu... tolong,  arahkan mata pedang
                  Fm   F
Mereka-mereka yang memimpin
      F#m             G#    Bbm
percaturan dunia, pergolakan dunia

F# G# Bbm F#

Bbm            G# F# Bbm
Ho ho ho ho ho
 G#          F# G# Bbm
Tuhan, tolonglah
      G#        F# G# Bbm
karena hanya Engkau
      G#m      F#  Bbm
yang dapat mendengar
     G#     F# G# Bbm
jerit hati kami
 G#          F# G# Bbm
Tuhan, tolonglah
      G#        F# G# Bbm
karena hanya Engkau
      G#m      F#  Bbm
yang dapat mendengar
     G#     F# G# Bbm
jerit hati kami


link download Mp3 Ebiet G Ade - Sketsa Rembulan Emas download
tolong likenya untuk halaman facebook Senitekno klik disini "fansPage"

info tentang Piagam jakarta berserta isinya


Piagam Jakarta adalah hasil kompromi tentang dasar negara Indonesia yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan dan disetujui pada tanggal 22 Juni 1945 antara pihak Islam dan kaum kebangsaan (nasionalis). Panitia Sembilan merupakan panitia kecil yang dibentuk oleh BPUPKI.
Di dalam Piagam Jakarta terdapat lima butir yang kelak menjadi Pancasila dari lima butir, sebagai berikut:
1.    Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.    Persatuan Indonesia
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
* Kalimat yang dicetak tebal merupakan kalimat yang diubah dalam perumusan Pancasila
Pada saat penyusunan UUD pada Sidang Kedua BPUPKI, Piagam Jakarta dijadikan Muqaddimah (preambule). Selanjutnya pada pengesahan UUD 45 18 Agustus 1945 oleh PPKI, istilah Muqaddimah diubah menjadi Pembukaan UUD. Butir pertama yang berisi kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluknya, diganti menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa oleh Drs. M. Hatta atas usul A.A.

           Maramis setelah berkonsultasi dengan Teuku Muhammad Hassan, Kasman Singodimedjo dan Ki Bagus Hadikusumo.
Naskah Piagam Jakarta ditulis dengan menggunakan ejaan Republik dan ditandatangani oleh Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, H.A. Salim, Achmad Subardjo, Wahid Hasjim, dan Muhammad Yamin.
Dokumen historis berupa kompromi antara pihak Islam dan pihak kebangsaan dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk menjembatani perbedaan dalam agama dan negara. Disebut juga "Jakarta Charter". Merupakan piagam atau naskah yang disusun dalam rapat Panitia Sembilan atau 9 tokoh Indonesia pada tanggal 22 Juni 1945.
Kesembilan tokoh tersebut adalah Ir. Sukarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir, H. Agus Salim, Mr. Ahmad Subardjo, Wachid Hasjim, dan Mr. Muhammad Yamin. BPUPKI dibentuk 29 April 1945 sebagai realisasi janji Jepang untuk memberi kemerdekaan pada Indonesia. Anggotanya dilantik 28 Mei 1945 dan persidangan pertama dilakukan keesokan harinya sampai dengan 1 Juni 1945. Sesudah itu dibentuk panitia kecil (8 orang) untuk merumuskan gagasan-gagasan tentang dasar-dasar negara yang dilontarkan oleh 3 pembicara pada persidangan pertama. Dalam masa reses terbentuk Panitia Sembilan. Panitia ini menyusun naskah yang semula dimaksudkan sebagai teks proklamasi kemerdekaan, namun akhirnya dijadikan Pembukaan atau Preambule UUD"5. Naskah inilah yang disebut Piagam Jakarta.
Piagam Jakarta berisi garis-garis pemberontakan melawan imperialisme-kapitalisme dan fasisme, serta memulai dasar pembentukan Negara Republik Indonesia. Piagam Jakarta yang lebih tua dari Piagam Perdamaian San Francisco (26 Juni 1945) dan Kapitulasi Tokyo (15 Agustus 1945) itu merupakan sumber berdaulat yang memancarkan Proklamasi Kemerdekaan dan Konstitusi Republik Indonesia.
1.1         Teks Piagam Jakarta
PIAGAM DJAKARTA
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perdjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat jang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan Rakjat Indonesia kedepan pintu-gerbang Negara Indonesia, jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan-luhur, supaja berkehidupan kebangsaan jang bebas, maka Rakjat Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaannja.
Kemudian dari pada itu membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia jang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, dan untuk memadjukan kesedjahteraan umum, mentjerdaskan kehidupan Bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Hukum Dasar Negara Indonesia, jang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia jang berkedaulatan Rakjat, dengan berdasar kepada: keTuhanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknja; menurut dan kemanusiaan jang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat-kebidjaksanaan dalam permusjarawaratan perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakjat Indonesia.
Djakarta, 22-6-2605
Ir.Sukarno
Drs. Mohammad Hatta
Mr .A.A. Maramis
Abikusno Tjokrosujoso
Abdulkahar Muzakir
H.A. Salim
Mr Achmad Subardjo
Wachid Hasjim
Mr Muhammad Yamin
Dalam naskah tersebut terdapat antara lain kata-kata: "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya". Pada sore hari tanggal 17 Agustus 1945, Hatta didatangi oleh seorang perwira angkatan laut Jepang yang menyampaikan keberatan para tokoh Indonesia bagian Timur atas pemakaian kata-kata tersebut, sebab berarti rumusan itu tidak berlaku bagi pemeluk agama lain. Untuk menghindari perpecahan esoknya sebelum sidang PPKI, Hatta mengadakan pembicaraan dengan tokoh-tokoh Islam. Mereka setuju untuk menghilangkan kata-kata tersebut dan menggantinya dengan kata "Yang Maha Esa", dengan rumusannya menjadi " Ketuhanan Yang Maha Esa". Kesepakatan ini diterima oleh sidang PPKI. Piagam Jakarta yang sudah mengalami perubahan itu ditetapkan sebagai pembukaan UUD45.
Piagam Jakarta itulah yang menjadi Mukaddimah (preamble) Konstitusi Republik Indonesia serta Undang-undang Dasar 1945, disusun menurut filosofi-politik yang ditentukan di dalam piagam-persetujuan itu. Piagam Jakarta berisi pula kalimat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang dinyatakan tanggal 17 Agustus 1945. Piagam Jakarta itulah yang melahirkan Proklamasi dan Konstitusi.

Pancasila dari tahap ke tahap


A. NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN BUDAYA INDONESIA
UNSUR PANCASILA PADA KEBUDAYAAN INDONESIA ASLI (EMBRIO NILAI PANCASILA)
    1. Ketuhanan
Pengakuan terhadap dzat mahakuasa yang mengatur kehidupan di alam ini. Hal ini dapat dilihat adanya berbagai ungkapan/kata yang menggambarkan adanya Ketuhanan misalnya:
                  * Kalimantan : Tuh.
                  * Jawa : Hyang Paring Gesang.
                  * Tapanuli : Ompu Debata
                  * Dsb.
      2. Hubungan/pergaulan penduduk indonesia dengan bangsa lain
      3. Kehidupan dalam kelompok kecil.
      4. Semangat kekeluargaan yang besar, musyawarah merupakan           
          cara untuk menghadapi berbagai masalah.
                  * lombok : begundem.
                  * manado : mapalus (gotong royong)
                  * dsb.
      5. Organisasi masyarakat bertujuan untuk kesejahteraan
          bersama,
§         Hak milik tanah yang bersifat komunal.
§         Rumah besar yang merupakan rumah keluarga pada suku Dayak Mentawai, Toraja, Papua

UNSUR PANCASILA DALAM TAHAP BUDAYA BUDHA/HINDU
1. Ketuhanan
Dalam kehidupan beragama “Tuhan” tercitra sebagai syiwa, wisnu, brahna (agama hindu) dan adi budha (agana budha )
Toleransi dalam kehidupan beragama juga tinggi hal ini terlihat di kerajaan Singasai baik agama budha maupun agama hindu dapat hidup berdampingan, malah raja Singasari yang bernama Kertanegara berjuluk Batari Syiwa Budha. Selain itu dapat ditemukan adanya bangunan Budha dan Hindu.
2. Kemanusiaan
Tercermin dalam makin berkembangnya pergaulan antar bangsa melalui perniagaan. Pergaulan tidak lagi antar penduduk tetapi lebih meluas lagi dalam bentuk pergaulan anatar bangsa.
3. Persatuan.
Dengan munculnya kerajaan  budha/hindu persatuan memeproleh bentuk baru berupa persatuan warga/rakyat kerajaan, bukan lagi dalam bentuk persatuan suku. Muncul semanagat untuk membela kerajaannya/negaranya.
4. Musyawarah mufakat.
Prinsip musyawarah untuk mufakat tetap terpelihara hal ini dapat dilihat bahwa raja dalam mengambil berbagai keputusan politik yang penting selalu mengadakan musyawarah dengan dewan penasehatnya.
Di luar kota raja, rakyat masih mengutamakan musyawarah dalam memecahkan persoalan yang mereka hadapi.


5. Kesejahteraan Umum/Keadilan sosial
Kerajaan membangunan tanggul, bendungan demi kesejahteraan rakyatnya, di samping itu kerajaan juga memberiken kebebasan pajak bagi desa-desa yang menyelenggarakan penyeberangan sungai. Pada masa itu belum ada jembatan seperti sekarang ini, penyeberangan sungai memiliki arti sangat vital baik bagi perdagangan maupun bagi kepentingan politik.

UNSUR NILAI PANCASILA DALAM KEBUDAYAAN ISLAM.
1. Ketuhanan
Kehidupan ketuhanan bangsa Indonesia menemukan konsep baru yaitu, diakuinya Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan Muhammad sebagai rasulnNya.
2. Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan tetap terpelihara dengan baik, yang tercermindalam adanya hubungan antar bangsa yang tidak mengenal perbedaan agama. VOC melakukan kerhasama dengan Sultan Haji ( Banten ) dan juga Susuhunan Mataram yang beragama Islam. Pada masa itu orang Indonesia yang pergi haji menggunakan jasa angkutan kapal VOC
3. Persatuan
Islam memunculkan adanya kerajaan – kerajaan Islam di  Indonesia. Sebagaimana pada kerajaan Hindu, kerajaan Islam di Indonesia juga mengembangkan rasa persatuan dalam diri rakyat yang terwujud dalam semangat bela negara/kerajaannya.
4. Musyawarah mufakat.
Musyawarah merupakan suatu sarana yang sangat dianjurkan dalam Islam dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Nilai ukhuwah Islamiah mengajarkan persamaan derajat dan kerakyatan.
5. Kesejahteraan Umum
Konsep amal dan zakat menggambarkan ajaran Islam tentang kesejahteraan umum. Konsep ini menekankan pentingnya menyantuni kaum fakir miskin, demi mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh manusia.

UNSUR PANCASILA DALAM TAHAP MASUK DAN BERKEMBANGNYA BUDAYA BARAT
Penjelajahan orang Barat ke Indonesia membawa serta pula penyebaran budaya mereka.
Konkrit : pakaian, transportasi. Teknologi pertanian dsb
Abstrak: berbagai konsep kenegaraan dan kemasyarakatan.
Penjajahan tidak menghapuskan nilai kehidupan bangsa Indonesia:
1.    Ketuhanan
Kehidupan ber Ketuhanan tetap terpelihara, malah diperkaya dengan dikenalnya agama baru Katolik/Protestan. Umat Islam merdeka menjalankan ibadahnya, demikian juga dengan umat-umat yang lain.
2.    Kemanusiaan
Hubungan antar bangsa tetap terpelihara, penduduk Indonesia yang ber Ketuhanan tetap meyakini bahwa semua manusia memiliki harkat martabat yang sama.
3.    Persatuan
Penjajahan menimbulkan mewujudnya persatuan bangsa Indonesia/integrasi nasional, yang kemudian menjadi dasar perjuangan bangsa Indonesia.

4.    Musyawarah / kerakyatan.
Melalui pendidikan bangsa Indonesia mengenal demokrasi sebagai wujud kerakyatan. Pergerakan bangsa tumbuh dan mempersenjatai diri dengan konsep Barat: kesamaan dan kebebasan, demokrasi dan nasionalisme dalam konsep moderen
5.    Kesejahteraan umum
Gotong royong dalam berbagai kegiatan masyarakat tetap terpelihara.
UNSUR PANCASILA PADA TAHAP PERGERAKAN KEMERDEKAAN
Pada fase ini perjuangan kemerdekaan tidak lagi bersifat lokal, tetapi sudah sampai pada tahap nasional. Budi Utomo menandai mulai tumbuh-kembangnya semangat kebangsaan. Perjuangan bangsa Indonesia tidak lagi didasari oleh kepentingan lokal semata tetapi sudah beralih keperjuangan nasional yang dilandasi konsep pemikiran moderen. Berdirinya Budi Utomo tahun 1908 dinyatakan sebagai tonggak sejarah Kebangkitan Nasional.
Berbagai partai politik yang dapat dikelompokkan dalam 3 golongan aliran bermunculan sebagai wahana perjuangan bangsa Indonesia, yaitu
1. Partai yang beraliran Nasional:
a.       Indishe Partij 1912
b.      Indishe Vereeniging 1908…1922
c.       PNI 1927, Partindo 1931,
d.      PBI 1924 Dsb.
2. Partai yang beraliran agama
a.    Sarekat Dagang Indonesia
b.    PSII 1930, Mohamadiah 1912
c.    PII 1931 dsb
3. Partai yang beraliran komunis
a.    ISDC 1914 kemudian menjadi PKI 1921
Adanya berbagai partai dengan berbagai aliran, menggambarkan “bhineka tunggal ika” tetap terjaga. Hal ini sesuai dengan anggaran dasar partai-partai tersebut yang menekankan “kebangsaan yang berkemanusiaan”, dan tujuan mereka adalah “demokrasi dan keadilan.
Proses modernisasi tidak melenyapkan sifat religius bangsa INDONESIA, yang pada masanya nanti tercantum dalam sila pertama Pancasila dasar negara

B. PROSES PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
Kedatangan bagsa Jepang ke Indonesia disambut dengan hangat oleh rakyat Indonesia. Jepang masuk Indonesia dengan propaganda yang memikat yaitu bahwa Jepang sebagai sesama bangsa Asia, adalah saudara tua bangsa Indonesia yang akan membantu adiknya mengusir penjajah Eropa/Belanda keluar dari bumi Indonesia.
Namun kemudian ternyata bahwa propaganda Jepang itu adalah propaganda bohong. Jepang bukannya membantu perjuangan bangsa Indonesia tetapi melarangnya.
Pada                    Jepang melakukan serangan ke Pearl Harbour, yang menyeret Jepang ke dalam peperangan melawan Sekutu. Dalam peperangan itu Jepang dari hari ke hari makin terdesak, karena itu mereka membutuhkan bantuan bangsa Indonesia untuk melawan sekutu.
Agar memperoleh dukungan bangsa Indonesia, Jepang berupaya memikat hati bangsa Indonesia dengan cara:
•        7 September 1944,   Jepang menjanjikan Indonesia merdeka di kemudian hari (Janji kemerdekaan I)
•         29 April 1945, Jepang memenerbitkan maklumat gunseikan no.23 yang merupakan janji kemerdekaan II:
            a. Kemerdekaan tanpa syarat.
            b. Bangsa indonesia diperkenankan memperjuangkan kemerdekaannya
Sebagai reallisasinya dibentuklah Dokuritsu Zyumbi Tyosakai (Badan Penyelidik Usaha2 Persiapan Kemerdekaan Indonesia –BPUPKI)
Ketua           : dr. Krt. Rajiman wedyodiningrat
Wk. Ketua i : ichibange, ketua ii: r.soerowo, kep.sekr.: r.p.soeroso
Anggota    : 60 orang (incl. 4 0rang gol. Cina,arab,belanda) antara               lain  ir.soekarno, m.hatta, mr.m.yamin, prof. Soepomo.
Pengurus istimewa : 7 orang Jepang

SIDANG BPUPKI I (29 MEI S/D 1 JUNI 1945
1.  29 Mei 1945, Mr. M. Yamin:
Dalam pidatonya Mr.M.Yamin mengajukan konsep pemikiran dasar negara:
a.    Peri kebangsaan
b.    Peri kemanusiaan.
c.    Peri ketuhanan.
d.    Peri kerakyatan:
1)  Permusyawaratan.
2)  Perwakilan.
3)  Kebijaksanaan
e.    Kesejahteraan rakyat  (keadikan sosial)
Selain berpidato Mr.M.Yamin juga menyerahkan naskah tertulis: yang bunyinya ”untuk membentuk….dst”

2.  30 Mei, Prof.Soepomo:
Prof. Soepomo menjelaskan tentang Teori negara, ia mengelompokkan bentuk negara menjadi 3 kelompok yaitu:
a.    Negara perseorangan.
b.    Negara kelas.
c.    Negara integralistik.
Selain itu ia menyarankan:
 a. Indonesia = neg. Persatuan
 b. Urusan agama---gol. Agama.
 c. Dibentuk sistim badan   perwakilan rakyat.
d.  Sistim koperasi.




3. Juni 1945, Ir. Soekarno
Dalam pidatonya Ir. Soekarno menyampaikan Bahan Pemikiran Dasar Negara yang ia namakan Pancasila:
a.    Nasionalisme/Kebangsaan Indonesia.
b.    Internasionalisme/Peri Kemanusiaan.
c.    Mufakat/Demokrasi.
d.    Kesejahteraan Sosial.
e.    Ketuhanan
Soekarno menyatakan bila lima sila tersebut sulit diingat oleh rakyat Indonesia, Pancasila dapat diperas menjadi Tri Sila yaitu:
a.    Sosio Nasionalisme  (perasan dari Nasionalisme/Kebangsaan Indonesia dengan Internasionalisme/ Perikemanusiaan).
b.    Sosio Demokrasi  (Perasan dari Mufakat/Demokrasi dengan Kesejahteraan sosial)
c.    Ketuhanan
Dan apabila Tri Sila masih sulit juga diingat oleh rakyat Indonesia, Tri Sila dapat diperas lagi menjadi Eka Sila yaitu: Gotong Royong
Soekarno juga menegaskan bahwa Pancasila adalah:
a.    Filosophise Grondslag (Filsafat/Pandangan Hidup Bangsa)
b.    Weltanschauung (Pandangan Dunia) yang setingkat dengan Aliran Besar Dunia yang lain


SIDANG BPUPKI KE 2
1.    Hasil RAPAT BPUPKI I diserahkan kepada Panitia Kecil yang diketuai Ir. Soekarno yang selanjutnya membentuk PANITIA 9.
2.    Panitia Sembilan melaporkan hasil kerjanya:
a.       Menyusun Rancangan Mukadimah Hukum Dasar
b.      Menyusun Rancangan Hukum Dasar.
c.       Laporan diterima (Piagam Jakarta)
Pada rapat PPKI tanggal 18 agustus 1945 Piagam Jakarta disahkan menjadi Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 dengan perubahan:
1.    Kata "Mukadimah" dirubah menjadi Pembukaan
2.    Kata "Hukum Dasar" dirubah menjadi UUD
3.    Rumusan "Ketuhanan Dengan Kewjiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluknya" dirubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa"
4.    Syarat Presiden semula: Indonesia asli dan beragama Islam dirubah menjadi "Indonesia Asli"
5.    Semula diusulkan Wakil Presiden 2 orang disepakati menjadi 1 Orang
6.    Pasal yang menetapkan bahwa dalam keadaan perang Pimpinan Perang dipegang oleh Jepang; dihapuskan
postingan yang saya berikan hanya untuk pengetahuan...
bagi yang menginginkan artikel dibawah bisa hub. via facebook ke profile saya..
tidak boleh copy tanpa ijin admin terimakasih ...

Blogger news

page facebook

comment here

visitor

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls